Tutup
Wawasan

10 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

×

10 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

Sebarkan artikel ini
Artikel berikut ini akan mengulas secara ringkas dan jelas mengenai 10 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak, yang kami rangkum dari berbagai sumber tepercaya guna memberikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Berikut pembahasan lengkap mengenai 10 contoh pertanyaan elaborasi pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak, yang dirancang untuk calon guru penggerak (CGP) agar mampu berpikir kritis, reflektif, dan siap berdiskusi dengan instruktur di ruang elaborasi pemahaman. Artikel ini disusun sebagai referensi belajar mandiri untuk memahami nilai dan peran guru penggerak secara mendalam.

Modul 1.2 pada program Guru Penggerak menekankan nilai-nilai dan peran guru penggerak. Nilai-nilai tersebut antara lain: mandiri, inovatif, kolaboratif, reflektif, dan berpihak pada murid. Sementara peran guru penggerak mencakup pemimpin berpusat pada murid, fasilitator bagi guru lain, dan agen perubahan dalam komunitas belajar.

Iklan
Tutup

Salah satu metode pembelajaran di modul ini adalah elaborasi pemahaman, di mana calon guru penggerak diminta untuk membuat pertanyaan kritis terkait modul sebelum berdiskusi. Pertanyaan ini membantu CGP berpikir mendalam tentang penerapan nilai dan peran guru penggerak di konteks nyata, baik di sekolah maupun masyarakat.

10 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

Berikut 10 contoh pertanyaan elaborasi pemahaman beserta konteks dan tips pendekatan untuk menjawabnya.


Pertanyaan ke-1

Seorang guru penggerak harus memiliki nilai mandiri. Apa yang harus kita lakukan terhadap rekan sejawat yang perilakunya tidak mencerminkan seorang guru, terutama perilaku di luar sekolah?

Nilai mandiri menuntut guru untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan tetap konsisten dengan standar profesional. Dalam menghadapi rekan sejawat yang kurang mencerminkan perilaku guru, pendekatan yang bijaksana adalah:

  • Memulai dengan refleksi diri untuk memastikan sikap yang akan ditunjukkan bersifat profesional.
  • Memberikan umpan balik secara pribadi dan konstruktif, tanpa menyinggung perasaan.
  • Menjadi teladan dalam perilaku profesional sehingga rekan terinspirasi untuk menyesuaikan diri.

Prinsip utama adalah mempertahankan nilai mandiri tanpa menghakimi, sekaligus tetap menjaga hubungan kerja yang sehat.


Pertanyaan ke-2

Peran guru penggerak adalah menjadi coach bagi guru lain. Bagaimana caranya menyampaikan visi guru penggerak kepada rekan sejawat tanpa terkesan menggurui, terutama guru yang lebih tua?

Tipsnya:

  • Gunakan pendekatan kolaboratif, bukan instruktif. Misalnya, berbagi pengalaman dan praktik baik secara naratif.
  • Fokus pada manfaat bagi murid dan peningkatan pembelajaran, bukan pada kesalahan guru lain.
  • Dorong diskusi terbuka, ajukan pertanyaan reflektif kepada rekan sejawat sehingga mereka merasa ikut membangun visi bersama.

Kunci: menghargai pengalaman guru lain sambil menyampaikan visi dengan bahasa yang inklusif.


Pertanyaan ke-3

Seorang guru penggerak harus inovatif. Apa yang dilakukan jika terhambat dalam menciptakan media pembelajaran sesuai kebutuhan murid, misalnya pembelajaran berbasis Android?

Strategi:

  • Memanfaatkan sumber daya minimal secara kreatif, misalnya aplikasi gratis atau platform pembelajaran daring.
  • Kolaborasi dengan rekan sejawat untuk berbagi ide dan pengalaman pembuatan media.
  • Pelatihan mandiri untuk mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap.
  • Menyesuaikan media dengan tingkat kesiapan murid sehingga inovasi tetap efektif meski terbatas sarana.

Inovasi tidak harus sempurna, yang penting relevan dan bermanfaat bagi murid.


Pertanyaan ke-4

Guru penggerak diharapkan mampu berperan sebagai pemimpin berpusat pada murid. Apa tips agar kepemimpinan ini terwujud dalam pendidikan dan pengajaran?

Tips praktis:

  • Libatkan murid dalam pengambilan keputusan pembelajaran, misalnya memilih topik proyek atau metode belajar.
  • Gunakan pembelajaran berbasis proyek untuk menumbuhkan kepemimpinan dan tanggung jawab murid.
  • Memberikan umpan balik konstruktif yang mendorong murid berpikir kritis dan mandiri.

Tujuannya adalah menguatkan rasa memiliki murid terhadap proses belajar sekaligus mengembangkan kemandirian dan kreativitas mereka.


Pertanyaan ke-5

Guru penggerak harus bisa berkolaborasi dengan rekan sejawat dan wali murid. Bagaimana mendorong kolaborasi agar rekan sejawat termotivasi meningkatkan kompetensi?

Strategi:

  • Buat komunitas belajar internal, tempat guru berbagi praktik baik dan sumber daya.
  • Berikan pengakuan atas usaha dan kontribusi guru lain.
  • Tawarkan peluang belajar bersama, misalnya workshop singkat atau sesi berbagi pengalaman.

Kolaborasi yang efektif membutuhkan lingkungan aman, inklusif, dan saling menghargai.


Pertanyaan ke-6

Guru penggerak sebagai pemimpin berpusat pada murid: bagaimana pendekatan tepat untuk mengatasi perbedaan karakter, akademik, dan keterampilan murid?

Pendekatan:

  • Observasi individual untuk memahami karakter dan gaya belajar murid.
  • Gunakan diferensiasi pembelajaran, misalnya tugas dengan tingkat kesulitan berbeda sesuai kemampuan.
  • Terapkan strategi inklusif agar semua murid dapat berpartisipasi aktif.

Kunci: memperlakukan setiap murid sebagai individu unik dengan kebutuhan belajar yang berbeda.


Pertanyaan ke-7

Bagaimana menghadapi karakter siswa yang kurang disiplin dan kurang sopan?

Strategi:

  • Terapkan aturan kelas yang jelas dan konsisten, disepakati bersama murid.
  • Gunakan pendekatan positif, misalnya penghargaan atas perilaku baik.
  • Role model: guru menunjukkan disiplin dan sopan santun sebagai contoh.
  • Libatkan murid dalam refleksi perilaku agar mereka memahami konsekuensi tindakan.

Tujuan: mengubah perilaku melalui pembelajaran dan pengalaman nyata, bukan hukuman semata.


Pertanyaan ke-8

Guru penggerak harus berpihak pada murid. Apa yang dilakukan terhadap anak berkebutuhan khusus permanen, misal disabilitas intelektual dan hiperaktif?

Pendekatan:

  • Terapkan strategi pembelajaran diferensiasi, misalnya aktivitas pendek dengan variasi gerakan.
  • Berikan dukungan individual, termasuk bimbingan tambahan jika diperlukan.
  • Libatkan guru pendamping atau wali murid untuk memastikan keberlanjutan pembelajaran.
  • Fokus pada kekuatan dan minat anak, bukan hanya keterbatasan.

Prinsip: setiap murid memiliki hak belajar yang setara dan berkembang sesuai potensinya.


Pertanyaan ke-9

Bagaimana menyiasati pembelajaran inovatif sesuai zamannya jika terkendala sarana-prasarana?

Strategi:

  • Gunakan teknologi sederhana atau gratis, seperti Google Classroom atau video pembelajaran offline.
  • Kolaborasi antar guru untuk berbagi media dan sumber daya.
  • Terapkan pembelajaran berbasis proyek dengan bahan lokal, sehingga inovasi tetap relevan.

Fokus: kreativitas dan relevansi, bukan kecanggihan teknologi semata.


Pertanyaan ke-10

Dari nilai guru penggerak, nilai mana yang harus dikuatkan pertama kali agar mendukung tumbuhnya nilai lain?

Jawaban ideal:

  • Berpihak pada murid karena nilai ini menjadi fondasi untuk reflektif, kolaboratif, mandiri, dan inovatif.
  • Dengan memprioritaskan kepentingan murid, guru dapat meningkatkan kolaborasi, kreativitas, dan inovasi secara alami.

Kesimpulan: nilai berpihak pada murid adalah inti dari semua nilai guru penggerak.


Kesimpulan Umum

10 pertanyaan di atas dirancang untuk menumbuhkan pemikiran reflektif dan kritis calon guru penggerak. Tujuannya:

  1. Memahami dan menerapkan nilai-nilai guru penggerak secara praktis.
  2. Mengembangkan strategi menghadapi tantangan nyata di kelas maupun lingkungan sekolah.
  3. Meningkatkan kemampuan kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan berpusat pada murid.
  4. Memberikan dasar berpikir untuk diskusi elaborasi pemahaman dengan instruktur.

Catatan: Semua pertanyaan bersifat terbuka, memungkinkan jawaban yang berbeda-beda sesuai pengalaman, konteks sekolah, dan karakter guru.

Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel 10 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Wawasan

Berikut pembahasan lengkap mengenai kunci jawaban Tugas B Eksplorasi Konsep Modul 1.2 pada program Guru Penggerak, yang membahas soal tentang nilai-nilai guru penggerak yang dikuatkan setelah memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik. Artikel ini…

Wawasan

Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap mengenai Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif dari Modul 2 dengan topik Peran Tema Projek pada program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P4) untuk jenjang SMA/Paket C. Artikel ini dirancang untuk membantu para…