Tutup
Wawasan

Al-Masad Adalah Nama Lain dari Surat?

×

Al-Masad Adalah Nama Lain dari Surat?

Sebarkan artikel ini
Artikel berikut ini akan mengulas secara ringkas dan jelas mengenai Al-Masad Adalah Nama Lain dari Surat?, yang kami rangkum dari berbagai sumber tepercaya guna memberikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam kajian Al-Qur’an, pertanyaan “Al-Masad adalah nama lain dari surat apa?” sering muncul dalam pembelajaran agama. Jawabannya adalah Al-Masad adalah nama lain dari Surat Al-Lahab. Surat ini dikenal dengan dua nama karena tema utamanya tentang api yang menyala dan hukuman bagi orang yang menentang kebenaran.

Surat Al-Masad adalah surat ke-111 dalam Al-Qur’an, termasuk golongan Makkiyah. Jumlah ayatnya ada lima, pendek tapi sarat makna. Nama surat biasanya diambil dari kata kunci yang menonjol di dalamnya. Al-Masad secara bahasa berarti “serat atau pita dari serat kurma,” yang menggambarkan api yang membara, sedangkan Al-Lahab berarti “api yang menyala-nyala.” Kedua nama itu saling terkait, dengan Al-Masad menekankan simbol ikatan penderitaan dan Al-Lahab menekankan api sebagai hukuman.

Iklan
Tutup

Surat ini diturunkan di Makkah ketika Nabi Muhammad ﷺ mulai berdakwah secara terbuka. Tokoh yang disebut dalam surat ini adalah Abu Lahab, paman Nabi ﷺ, yang dikenal keras menentang dakwah. Ia bukan hanya menolak ajaran Nabi, tetapi juga mengejek dan menyakiti beliau. Istrinya juga disebut sebagai “si pembawa kayu bakar,” karena ikut membantu Abu Lahab menentang dakwah.

Isi surat secara ringkas adalah:

  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa.
  2. Tidak berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
  3. Kelak ia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
  4. Begitu pula istrinya, si pembawa kayu bakar.

Surat Al-Masad mengandung beberapa pesan penting. Pertama, peringatan bagi orang yang menolak kebenaran secara keras; mereka akan menerima balasan setimpal. Kedua, harta benda dan kekuasaan tidak berguna jika tidak digunakan untuk kebaikan. Ketiga, setiap orang bertanggung jawab atas pilihannya, termasuk sikap terhadap ajaran kebenaran. Keempat, dakwah membutuhkan kesabaran, karena tidak semua orang menerima kebaikan dengan mudah.

Dalam tafsir klasik, seperti Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Qurtubi, surat ini dijelaskan secara rinci. Abu Lahab dan istrinya dijadikan contoh bahwa penolakan terhadap kebenaran, meski datang dari orang dekat, tidak luput dari hukuman Allah. Makna surat ini tidak hanya untuk konteks sejarah, tetapi juga relevan untuk kehidupan modern. Penolakan terhadap kebaikan atau moral yang benar tetap memiliki konsekuensi, dan kekayaan atau status sosial tidak menjamin kebahagiaan atau keselamatan spiritual.

Al-Masad juga mengajarkan bahwa intuisi dan kesadaran moral penting dalam menilai perbuatan sendiri. Harta, popularitas, atau kekuasaan tidak menjadikan seseorang lebih benar di mata Allah. Surat ini menjadi pengingat agar kita selalu memprioritaskan niat dan tindakan yang benar. Kesadaran ini relevan dalam berbagai aspek kehidupan, dari keputusan pribadi hingga interaksi sosial.

Nama Al-Masad dan Al-Lahab menunjukkan cara Al-Qur’an memberi nama surat berdasarkan tema utama atau kata yang menonjol. Al-Masad menekankan simbol ikatan penderitaan yang terjadi akibat perbuatan buruk, sementara Al-Lahab menekankan api sebagai hukuman bagi pelaku permusuhan terhadap dakwah. Nama ganda ini menunjukkan kedalaman makna yang terkandung dalam surat, yang tetap relevan hingga kini.

Hikmah yang bisa diambil antara lain: kebenaran akan selalu tegak, manusia bertanggung jawab atas tindakannya, kekayaan dunia bukan jaminan keselamatan, dan perilaku serta niat lebih penting daripada status sosial. Dalam konteks modern, ini mengingatkan kita untuk selalu memprioritaskan etika, moral, dan kebenaran daripada mengejar ketenaran atau harta semata.

Secara ringkas, Al-Masad adalah nama lain dari Surat Al-Lahab (111 Al-Qur’an). Surat ini menceritakan sikap keras kepala Abu Lahab terhadap dakwah Nabi ﷺ dan balasan yang diterimanya. Pesan universal dari surat ini tetap relevan: penolakan terhadap kebenaran membawa konsekuensi, dan harta serta status tidak menentukan keselamatan spiritual. Surat Al-Masad menjadi pelajaran penting bagi umat Islam dalam menilai pilihan, niat, dan tindakan sehari-hari.

Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Al-Masad Adalah Nama Lain dari Surat? sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Wawasan

Berikut pembahasan lengkap mengenai kunci jawaban Tugas B Eksplorasi Konsep Modul 1.2 pada program Guru Penggerak, yang membahas soal tentang nilai-nilai guru penggerak yang dikuatkan setelah memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik. Artikel ini…

Wawasan

Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap mengenai Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif dari Modul 2 dengan topik Peran Tema Projek pada program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P4) untuk jenjang SMA/Paket C. Artikel ini dirancang untuk membantu para…