Apa yang muncul pertama kali di pikiranmu saat mendengar istilah desain produk?
Mungkin yang terlintas adalah proses merancang bentuk sebuah barang, membuat kemasan (packaging), atau membuat produk yang estetik dan menarik.
Semua jawaban itu benar — namun desain produk jauh lebih luas dari itu, terlebih di era digital seperti sekarang. Kini, desain produk tidak hanya berbicara tentang barang fisik, tetapi juga aplikasi, website, platform digital, hingga pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Salah satu contoh paling dekat adalah Glints App, yang merupakan produk digital buatan manusia untuk memecahkan masalah pencarian kerja, peningkatan keterampilan, dan pengembangan karier. Inilah bukti bahwa produk digital pun bisa menjadi solusi nyata bagi masalah publik.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desain produk? Bagaimana prosesnya? Mengapa menjadi begitu penting bagi perusahaan modern? Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel ini!
1. Definisi Desain Produk
Desain produk adalah proses sistematis yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, menemukan peluang pasar, merumuskan solusi, dan memvalidasi solusi tersebut melalui pengguna.
Proses ini tidak hanya menciptakan sesuatu yang “bagus”, tetapi juga berfungsi, memecahkan masalah, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Dalam dunia modern, desain produk erat kaitannya dengan metode bernama design thinking, yaitu pendekatan kreatif dan terstruktur untuk menyelesaikan masalah dengan fokus pada manusia (human-centered).
Menurut David Kelley dan Tim Brown dari IDEO—pencipta konsep design thinking—pendekatan ini menjadi salah satu metode paling populer dalam mengembangkan produk digital maupun fisik.
Desain produk tidak hanya merancang tampilan atau bentuk, tetapi mencakup end-to-end product development, mulai dari memahami masalah, riset, merancang ide, membuat prototipe, hingga memvalidasi dan meluncurkan produk ke publik.
Desain Produk vs Business Thinking
Meski keduanya sering berjalan beriringan, design thinking memiliki pendekatan yang lebih kompleks dibanding business thinking.
- Business thinking fokus pada keuntungan, efisiensi, dan strategi bisnis.
- Design thinking fokus pada masalah pengguna, eksplorasi solusi, dan inovasi.
Sebelum membuat produk, desainer harus memahami tujuan bisnis dengan menjawab pertanyaan berikut:
- Masalah apa yang ingin diselesaikan?
- Siapa yang mengalami masalah tersebut?
- Bagaimana solusi yang ideal bagi mereka?
Ketiga pertanyaan inilah yang kelak menjadi fondasi dalam merancang user experience (UX) dan user interface (UI) sebuah produk, baik digital maupun fisik.
2. Fungsi dan Tujuan Desain Produk
Tujuan utama desain produk, menurut Reference for Business, adalah menciptakan produk atau layanan yang memiliki kegunaan tinggi, memberikan nilai tambah bagi pengguna, sekaligus memiliki daya jual.
Dengan desain yang tepat, produk akan:
- Berfungsi sebagaimana mestinya
- Menyelesaikan masalah pengguna
- Terjangkau dalam ongkos produksi
- Menarik secara visual
- Memiliki peluang sukses lebih besar di pasar
Selain itu, desain produk memiliki fungsi penting bagi bisnis, sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kepuasan Konsumen
Desain produk yang baik menjamin experience pengguna menjadi nyaman sehingga membuat mereka puas dengan produk tersebut.
2. Meningkatkan Penjualan
Produk yang menarik, inovatif, dan memiliki nilai lebih biasanya lebih mudah memikat pasar sehingga penjualan meningkat.
3. Menentukan Kesuksesan Produk
Kualitas desain sering menjadi pembeda antara produk yang sukses dan tidak.
4. Meningkatkan Kualitas Perusahaan
Dengan desain produk yang matang, perusahaan mampu mengoptimalkan bahan baku, menurunkan biaya produksi, dan mengurangi limbah.
5. Membantu Perkembangan Bisnis
Desain produk yang baik memperkuat reputasi brand dan menambah loyalitas pelanggan.
3. Proses Desain Produk: Dari Ide Hingga Peluncuran
Proses desain produk bukanlah jalan pintas. Prosesnya panjang, kompleks, dan melibatkan banyak pihak. Menurut InVision, berikut adalah langkah-langkah utama dalam desain produk:
1. Menetapkan Visi Produk
Sebelum mulai membuat desain, kamu harus menjawab:
“Mengapa produk ini perlu dibuat?”
Visi produk menjadi arah bagi seluruh tim dan memastikan semua proses berjalan sesuai tujuan.
Contohnya:
“Membantu pelajar mempersiapkan diri untuk UTBK dengan pengalaman belajar yang personal.”
Visi seperti ini menjadi kompas untuk seluruh proses selanjutnya.
2. Melakukan Riset Produk
Riset adalah proses krusial karena memberikan data yang valid mengenai:
- Kebutuhan pengguna
- Perilaku mereka
- Masalah yang mereka alami
- Tren pasar
- Persaingan produk
Metode riset dapat berupa:
- Wawancara pengguna
- Survei
- Observasi
- Analisis kompetitor
- Riset pasar
Riset yang baik membantu tim menghemat waktu dan sumber daya saat melakukan pengembangan produk.
3. Brainstorming dan Pembuatan Ide
Setelah data terkumpul, saatnya menurunkan ide dalam bentuk:
- Sketching
- Wireframing
- Storyboard
- Customer journey map
- Mind mapping
Brainstorming harus dilakukan bersama berbagai pihak lintas tim agar ide semakin kaya dan relevan.
4. Membuat Prototipe
Prototipe adalah gambaran awal produk yang dapat digunakan untuk menguji konsep. Tujuannya:
- Mengecek alur penggunaan
- Melihat apakah solusi sudah tepat
- Memahami respons pengguna
- Memperbaiki kekurangan sebelum membuat versi final
Prototipe bisa berupa:
- Low-fidelity (sketsa, wireframe)
- High-fidelity (tampilan mendekati produk asli)
5. Validasi dan Pengujian Produk
Pada tahap ini, prototipe diuji kepada pengguna untuk memahami:
- Apakah mereka mengerti cara menggunakannya?
- Apakah fitur yang disediakan berguna?
- Apa yang membingungkan bagi mereka?
- Apa yang perlu diperbaiki?
Pengujian dilakukan berulang hingga menemukan hasil yang paling tepat.
6. Peluncuran Produk
Jika produk sudah lolos pengujian, tim bekerja sama dengan:
- Developer
- QA (Quality Assurance)
- Tim marketing
- Tim business development
Sebelum dirilis ke publik, semua pesan produk harus konsisten, akurat, dan terarah.
7. Aktivitas Setelah Peluncuran
Peluncuran bukan berarti pekerjaan selesai. Justru setelah peluncuran, tim harus:
- Mengumpulkan feedback
- Melakukan pembaruan fitur
- Memperbaiki bug
- Menyesuaikan dengan kebutuhan pasar
- Melakukan iterasi secara berkelanjutan
Produk digital bersifat everlasting improvement. Tidak ada kata selesai.
4. Jenis-Jenis Desain Produk
Menurut Entrepreneur Business, terdapat tiga jenis desain produk yang umum digunakan:
1. System Design
Memfokuskan pada bagaimana produk dipahami dan digunakan di dunia nyata.
Contohnya: mengatur produk di toko offline berdasarkan kategori agar pembeli lebih mudah menemukan barang.
2. Process Design
Fokus pada alur penggunaan dan pengalaman pengguna.
Contohnya: proses checkout di e-commerce harus sederhana dan tidak membuat pembeli bingung.
3. Interface Design
Fokus pada tampilan pertama dan pengalaman visual.
Contoh: petunjuk rute transportasi umum harus jelas dan mudah dipahami.
5. Hal-Hal Penting yang Harus Diingat dalam Desain Produk
1. Selalu Ada Penyesuaian
Setiap proyek memiliki tujuan, kebutuhan pengguna, dan karakteristik yang berbeda. Tidak ada formula yang sama untuk semua produk.
2. Prosesnya Tidak Lurus
Desain produk bukan proses linear.
Tim akan bolak-balik revisi: dari prototipe kembali ke riset, dari riset kembali ke ide, dan seterusnya.
3. Prosesnya Panjang dan Tidak Ada Habisnya
Produk digital terus berkembang. Apa yang berfungsi hari ini mungkin tidak relevan lagi dalam 6 bulan.
4. Komunikasi adalah Kunci
Kolaborasi lintas divisi sangat penting. Kesuksesan produk tidak hanya ditentukan oleh desainer, tetapi semua pihak yang terlibat.
Kesimpulan
Desain produk merupakan proses kompleks dan menyeluruh yang bertujuan menciptakan solusi nyata bagi masalah pengguna. Tidak hanya soal tampilan, tetapi bagaimana produk bekerja, memberikan pengalaman, dan membawa manfaat.
Dalam era digital seperti sekarang, kemampuan desain produk menjadi sangat penting karena hampir semua aspek kehidupan manusia terhubung dengan teknologi — aplikasi edukasi, e-commerce, platform belajar, sistem kesehatan, hingga aplikasi transportasi.
Dengan menguasai desain produk, kamu tidak hanya membuat produk yang menarik, tetapi juga produk yang bekerja, berguna, dan dicintai pengguna.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Apa yang Kamu Pikirkan Saat Mendengar Istilah Desain Produk? Yuk, Kenali Lebih Dalam! sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.