Dalam dunia sepak bola, disiplin dan sportivitas adalah hal yang sangat dijunjung tinggi. Untuk menjaga jalannya pertandingan tetap aman, adil, dan terkendali, wasit memiliki otoritas memberikan kartu kuning hingga kartu merah kepada pemain yang melanggar peraturan. Kartu merah adalah bentuk hukuman paling berat yang diterapkan di dalam pertandingan karena mengharuskan pemain keluar dari lapangan secara langsung dan tidak boleh digantikan.
Artikel ini membahas secara lengkap kapan seorang pemain sepak bola dapat dikenai kartu merah, jenis pelanggaran yang termasuk kategori berat, serta konsekuensi yang harus diterima pemain maupun tim.
Apa Itu Kartu Merah?
Kartu merah adalah hukuman disiplin yang diberikan wasit kepada pemain yang melakukan pelanggaran serius atau bertindak tidak sportif. Setelah menerima kartu merah, pemain diusir dari lapangan dan tim harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang berkurang.
Pengurangan jumlah pemain ini sering memberi dampak besar terhadap strategi tim dan peluang untuk menang.
Pelanggaran yang Dapat Mengakibatkan Kartu Merah
Menurut Laws of the Game dari FIFA, seorang pemain dapat dikenai kartu merah apabila melakukan salah satu dari pelanggaran berikut:
1. Melakukan Tindakan Kekerasan (Violent Conduct)
Pemain yang melakukan tindakan kekerasan kepada lawan, rekan satu tim, ofisial pertandingan, bahkan penonton, berhak langsung diberi kartu merah.
Contohnya:
- Meninju
- Menendang
- Menyikut dengan sengaja
- Serangan fisik tanpa bola
2. Melanggar Secara Kasar atau Berbahaya (Serious Foul Play)
Tackle atau tekel keras yang bertujuan mencederai lawan atau membahayakan keselamatan pemain lain termasuk kategori pelanggaran berat.
Misalnya:
- Tekel dua kaki
- Menyerang dari belakang dengan kecepatan tinggi
- Menginjak lawan dengan sengaja
3. Mencegah Peluang Emas (DOGSO – Denial of Obvious Goal-Scoring Opportunity)
Pemain dapat diberi kartu merah jika menghalangi peluang gol yang sangat jelas, misalnya:
- Menarik baju lawan saat sudah satu lawan satu dengan kiper
- Menahan bola dengan tangan saat berada di garis gawang (handball ilegal)
Pelanggaran ini dikenal sebagai DOGSO dan otomatis menghasilkan kartu merah.
4. Menggunakan Kata-Kata atau Gestur yang Menghina (Abusive Language)
Jika seorang pemain mengeluarkan kata-kata kasar, menghina, rasis, diskriminatif, atau memperlihatkan gestur ofensif kepada wasit, lawan, atau siapa pun, wasit berhak langsung mengeluarkan kartu merah.
5. Meludahi Orang Lain
Meludahi lawan atau ofisial pertandingan dianggap sebagai tindakan tidak sportif tingkat tinggi dan langsung berbuah kartu merah.
6. Melakukan Pelanggaran yang Menghasilkan Kartu Kuning Kedua
Kartu merah juga dapat diberikan jika pemain menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan.
Contoh pelanggaran kartu kuning:
- Handsball ringan
- Protes berlebihan
- Mengulur waktu
- Tekel ringan yang dianggap tidak sopan
Ketika wasit mengeluarkan kartu kuning kedua, otomatis pemain harus meninggalkan lapangan.
Dampak Kartu Merah Bagi Pemain dan Tim
1. Pemain Dikeluarkan dari Lapangan
Pemain tidak boleh kembali ke pertandingan dan harus menuju ruang ganti.
2. Tim Bermain dengan Jumlah Berkurang
Tidak seperti pergantian pemain biasa, pemain yang mendapat kartu merah tidak bisa diganti, sehingga tim bermain dengan 10, 9, atau bahkan 8 pemain.
3. Sanksi Tambahan Pertandingan Berikutnya
Pemain yang mendapat kartu merah biasanya akan dihukum larangan bermain minimal 1 pertandingan.
Jika pelanggaran sangat berat, bisa mencapai 2–3 pertandingan.
4. Pengaruh Terhadap Strategi Tim
Kartu merah mengubah pola permainan secara drastis:
- Tim cenderung bertahan
- Serangan menjadi lebih sulit
- Konsentrasi pemain lain meningkat untuk menutupi kekurangan
Contoh Situasi di Lapangan yang Sering Berujung Kartu Merah
- Bek melakukan tekel dua kaki ke arah pergelangan kaki lawan.
- Penyerang menendang pemain bertahan setelah bola jauh dari jangkauan.
- Kiper menangkap bola di luar kotak penalti untuk mencegah gol.
- Pemain marah lalu memaki wasit.
- Pemain melakukan selebrasi provokatif yang memicu kericuhan.
- Dua pemain berkelahi dan melakukan kontak fisik berbahaya.
Situasi-situasi ini menjadi alasan paling sering wasit memberikan kartu merah dalam pertandingan profesional.
Kesimpulan
Seorang pemain sepak bola dapat dikenai kartu merah apabila melakukan pelanggaran berat seperti tindakan kekerasan, tekel berbahaya, mencegah peluang gol secara ilegal, menggunakan kata-kata kasar, meludahi orang lain, atau menerima kartu kuning kedua. Kartu merah adalah hukuman paling serius dalam sepak bola dan berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
Dengan memahami aturan ini, pemain diharapkan dapat bermain lebih disiplin dan menjaga sportifitas, sementara penonton dapat lebih memahami keputusan wasit di lapangan.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Kartu Merah dalam Sepak Bola: Pelanggaran yang Dapat Membuat Pemain Dikeluarkan dari Lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.