Pada masa demokrasi terpimpin Indonesia mengalami kemerosotan ekonomi. Kondisi ini menyebabkan Presiden Soekarno lebih condong ke Uni Soviet karena….
a. Presiden Soekarno ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Uni Soviet
b. Presiden Soekarno lebih tertarik dengan ideologi yang dikembangkan Uni Soviet
c. Amerika Serikat tidak memberikan bantuan kepada Indonesia
d. Uni Soviet memberikan bantuan dengan syarat yang mudah
e. Presiden Soekarno dekat dengan pemimpin Uni Soviet
Kemerosotan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin
Masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia (1959–1966) ditandai oleh berbagai perubahan politik dan kebijakan ekonomi yang signifikan. Sistem politik yang dipimpin oleh Presiden Soekarno ini berfokus pada sentralisasi kekuasaan dan penekanan pada stabilitas politik dengan mengurangi peran partai politik.
Namun, kebijakan ekonomi pada periode ini menghadapi tantangan serius, termasuk:
- Inflasi yang tinggi,
- Defisit anggaran,
- Penurunan produksi industri,
- Keterbatasan investasi asing.
Kondisi ini menyebabkan Indonesia mengalami kemerosotan ekonomi yang cukup tajam, sehingga pemerintah mencari sumber dukungan luar negeri untuk stabilisasi ekonomi.
Dampak Kemerosotan Ekonomi terhadap Hubungan Luar Negeri
Karena kondisi ekonomi yang memburuk, Indonesia harus mencari bantuan dan dukungan finansial dari luar negeri. Dalam konteks Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok utama:
- Blok Barat dipimpin Amerika Serikat,
- Blok Timur dipimpin Uni Soviet.
Pilihan negara mana yang akan dijadikan mitra strategis tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga ideologi dan kebijakan bantuan.
Faktor Presiden Soekarno Lebih Condong ke Uni Soviet
Pernyataan bahwa Presiden Soekarno lebih condong ke Uni Soviet dapat dijelaskan oleh beberapa faktor:
- Bantuan Ekonomi dari Uni Soviet
Uni Soviet memberikan bantuan finansial, teknis, dan pembangunan proyek strategis (misalnya pembangunan pabrik, infrastruktur, dan industri berat) dengan syarat yang relatif mudah dan tidak mengikat secara politik. - Keterbatasan Bantuan dari Amerika Serikat
Amerika Serikat pada saat itu tidak memberikan bantuan yang cukup untuk menstabilkan ekonomi Indonesia, atau bantuan yang diberikan sering disertai syarat politik yang dianggap membatasi kedaulatan Indonesia. - Kesamaan Pandangan Politik dan Ideologi
Meskipun Soekarno tidak secara resmi menganut komunisme, ia tertarik pada konsep pembangunan negara yang cepat seperti yang diterapkan Uni Soviet dan China.
Pilihan Jawaban yang Tepat
Berdasarkan konteks sejarah dan bukti ekonomi-politik pada masa Demokrasi Terpimpin, alasan utama Soekarno lebih condong ke Uni Soviet adalah:
d. Uni Soviet memberikan bantuan dengan syarat yang mudah ✅
Alasan:
- Uni Soviet menawarkan bantuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan infrastruktur tanpa syarat yang terlalu membatasi kedaulatan Indonesia.
- Pilihan lain seperti hubungan bilateral (a), kedekatan dengan pemimpin Uni Soviet (e), atau ketertarikan ideologi (b) bersifat sekunder dibanding faktor bantuan ekonomi.
- Pilihan c (Amerika Serikat tidak memberikan bantuan) hanya mendukung alasan utama, tetapi bukan penyebab langsung keputusan Soekarno.
Contoh Bantuan Uni Soviet kepada Indonesia
- Pembangunan Pabrik Pupuk Kujang dan proyek industri lain,
- Bantuan kapal perang dan peralatan militer,
- Bantuan teknis untuk pembangunan infrastruktur,
- Dukungan finansial untuk proyek-proyek strategis pemerintah.
Bantuan ini memperkuat posisi Soekarno dalam menghadapi krisis ekonomi dan mempermudah pelaksanaan program nasionalisasi perusahaan asing.
Kesimpulan
Kemerosotan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin mendorong Presiden Soekarno untuk mencari mitra luar negeri yang mampu memberikan dukungan finansial dan teknis. Uni Soviet menjadi pilihan utama karena memberikan bantuan dengan syarat yang mudah, memungkinkan Indonesia membangun infrastruktur dan industri tanpa banyak intervensi politik.
Jawaban yang tepat:
d. Uni Soviet memberikan bantuan dengan syarat yang mudah.


