Pelajar Indonesia, berikut ini adalah ringkasan materi dari buku Pendidikan Agama Islam kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka, halaman 63, Bab 2, karya Henry Nugroho dkk., terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021.
Materi yang dibahas meliputi empat cabang iman, yaitu: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, dan Menutupi Aib Orang Lain.
- Memenuhi Janji: Menepati apa yang telah diucapkan atau disepakati dengan orang lain. Dalam Islam, menepati janji merupakan tanda keimanan dan akhlak mulia.
- Mensyukuri Nikmat: Mengakui dan bersyukur atas seluruh karunia Allah, baik yang besar maupun kecil.
- Memelihara Lisan: Menjaga ucapan agar tidak menyakiti, memfitnah, atau menimbulkan dosa.
- Menutupi Aib Orang Lain: Tidak membuka kesalahan, kekurangan, atau keburukan orang lain kepada publik. Selama hal itu tidak membahayakan banyak orang, Islam menganjurkan untuk merahasiakannya agar tidak mempermalukan pihak yang bersangkutan.
Dalam latihan soal di halaman tersebut, kalian diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas masing-masing cabang iman. Sebelum merujuk pada kunci jawaban, siswa dianjurkan untuk menjawab secara mandiri. Kunci jawaban berfungsi sebagai panduan dan pembanding bagi orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Berikut jawaban lengkap untuk Aktivitas 2.6 termasuk Kelompok IV agar utuh dan mudah dipahami:
1. Kelompok I – Keberhasilan Orang/Lembaga yang Memenuhi Janji
Sebuah lembaga zakat di Surabaya pernah berjanji kepada donatur bahwa dana pembangunan sumur bor di Desa Lape, Sumbawa, akan selesai dalam tiga bulan.
Meski menghadapi hambatan musim hujan dan akses jalan rusak, tim tetap menepati janji dengan bekerja lembur dan menambah relawan.
Proyek selesai tepat waktu, dan warga desa akhirnya mendapat akses air bersih.
Kepercayaan donatur meningkat drastis, dan lembaga tersebut memperoleh lebih banyak dukungan untuk program berikutnya.
Pelajaran: Memenuhi janji membawa keberkahan, reputasi baik, dan kepercayaan masyarakat.
2. Kelompok II – Akibat Buruk karena Tidak Mensyukuri Nikmat
Seorang pengusaha kecil di Bandung mendapat rezeki melimpah setelah bisnis camilannya viral.
Alih-alih bersyukur, ia menjadi boros, meremehkan karyawan, dan mengabaikan kualitas produk.
Beberapa pelanggan mulai komplain, dan karyawan terbaiknya resign. Akhirnya, penjualan turun tajam, dan ia harus menutup kedua gerai barunya.
Pelajaran: Hilangnya rasa syukur membuat seseorang lalai dan kehilangan nikmat yang telah diberikan Allah.
3. Kelompok III – Sukses karena Memelihara Lisan
Seorang guru di Yogyakarta dikenal selalu berbicara lembut dan bijak, bahkan saat menghadapi siswa bermasalah.
Suatu hari, seorang murid mengalami masalah keluarga dan hampir putus sekolah. Sang guru tidak menghakimi, tetapi menggunakan kata-kata menenangkan dan memberi semangat.
Murid tersebut bertahan dan akhirnya berprestasi hingga menjadi juara lomba matematika provinsi.
Pelajaran: Lisan yang dijaga bisa menjadi penyembuh dan membuka jalan kesuksesan bagi orang lain.
4. Kelompok IV – Akibat Buruk karena Tidak Menutupi Aib Pihak Lain
Seorang karyawan di sebuah kantor Jakarta sering menceritakan kesalahan rekan kerjanya kepada orang lain, termasuk atasan.
Karena kebiasaannya menyebarkan aib, rekan-rekannya mulai menjauh dan enggan bekerja sama dengannya.
Proyek-proyek yang melibatkan karyawan tersebut sering gagal karena kurangnya dukungan tim, dan reputasinya tercoreng di mata manajemen.
Pelajaran: Tidak menutupi aib orang lain menimbulkan konflik, merusak hubungan, dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


