Berikut pembahasan lengkap mengenai kunci jawaban Tugas B Eksplorasi Konsep Modul 1.2 pada program Guru Penggerak, yang membahas soal tentang nilai-nilai guru penggerak yang dikuatkan setelah memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik.
Artikel ini disusun sebagai panduan belajar mandiri dan referensi bagi peserta pelatihan di Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Kunci Jawaban Tugas B Eksplorasi Konsep Modul 1.2 Guru Penggerak
Soal Tugas B Modul 1.2
Soal:
“Manakah dari nilai-nilai guru penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik?”
Kunci Jawaban:
Guru Penggerak memiliki lima nilai utama, yaitu:
- Berpihak pada murid
- Reflektif
- Mandiri
- Kolaboratif
- Inovatif
Dari kelima nilai tersebut, yang paling dikuatkan setelah memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik adalah Berpihak pada Murid.
Alasannya, nilai ini memungkinkan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan potensi murid secara optimal. Guru yang berpihak pada murid memberi kesempatan bagi siswa untuk berpendapat, berpikir kritis, dan belajar secara aktif, sambil tetap diarahkan sehingga kegiatan pembelajaran tetap pada koridornya sebagai seorang pelajar.
Pembahasan Nilai Guru Penggerak: Berpihak pada Murid
Nilai Berpihak pada Murid merupakan inti dari pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan menerapkan nilai ini, guru dapat:
- Merancang perencanaan pembelajaran yang melibatkan murid aktif di seluruh tahapan kegiatan: awal, inti, dan akhir.
- Memberikan kesempatan murid untuk mengekspresikan pendapat dan ide mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
- Mengembangkan potensi murid secara holistik, baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip motivasi intrinsik, yang mendorong murid untuk belajar karena ketertarikan, kepuasan, dan rasa pencapaian pribadi, bukan sekadar tekanan atau hadiah eksternal.
Teori Pilihan (Choice Theory)
Teori Pilihan, yang dikembangkan oleh Dr. William Glasser, menekankan bahwa semua perilaku manusia adalah hasil dari pilihan yang dibuat untuk memenuhi lima kebutuhan dasar:
- Kebutuhan untuk bertahan hidup – mencakup kebutuhan fisik dan psikologis.
- Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai – relasi sosial dan empati terhadap orang lain.
- Kebutuhan untuk merasa berharga – harga diri dan pengakuan atas kontribusi diri.
- Kebutuhan akan kebebasan – kemampuan membuat keputusan sendiri.
- Kebutuhan untuk kesenangan – mencari kepuasan dan kenikmatan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam konteks pendidikan, teori ini membantu guru memahami motivasi murid dan mengapa murid memilih perilaku tertentu. Dengan memahami pilihan murid, guru dapat mengarahkan mereka dengan cara yang positif, bukan sekadar memberi perintah atau hukuman.
Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah dorongan internal yang membuat seseorang melakukan sesuatu karena kepuasan pribadi, minat, atau rasa pencapaian, bukan karena tekanan eksternal atau hadiah.
Beberapa karakteristik individu yang termotivasi secara intrinsik adalah:
- Lebih berkomitmen terhadap aktivitas yang dijalani.
- Lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah.
- Lebih puas dan bermakna dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan.
Dalam pembelajaran, guru yang memahami motivasi intrinsik dapat merancang kegiatan yang menantang tetapi relevan, sehingga murid terdorong untuk belajar secara aktif dan mandiri. Hal ini sejalan dengan nilai guru penggerak reflektif, kolaboratif, dan inovatif, karena guru menyesuaikan strategi dengan kebutuhan murid.
Menguatkan Nilai Berpihak pada Murid melalui Teori Pilihan dan Motivasi Intrinsik
Dengan memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik, guru dapat:
- Menjadi lebih reflektif dalam memandang kebutuhan dan preferensi murid, sehingga kegiatan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, di mana murid merasa dihargai dan memiliki kontrol terhadap pembelajaran mereka.
- Mengembangkan kemampuan murid secara holistik, tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aspek sosial dan emosional.
- Mendorong murid untuk mengambil keputusan sendiri dalam belajar, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian.
- Meningkatkan keterlibatan murid dalam kolaborasi, karena mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk berkontribusi.
Contoh penerapan konkret:
- Guru menyusun rencana pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan murid memilih topik sesuai minat mereka, sehingga motivasi intrinsik muncul.
- Guru memberikan kesempatan murid untuk menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan, serta menyesuaikan materi sesuai kebutuhan murid.
- Selama pembelajaran, guru mendorong murid untuk reflektif terhadap proses belajar mereka sendiri, misalnya melalui jurnal atau diskusi kelompok.
Refleksi untuk Guru Penggerak
Sebagai Guru Penggerak, refleksi diri sangat penting agar nilai-nilai inti dapat diterapkan secara konsisten. Menguatkan nilai berpihak pada murid berarti:
- Mengutamakan kepentingan murid dalam setiap keputusan pembelajaran.
- Mengembangkan strategi pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga setiap murid aktif terlibat.
- Menjadi fasilitator dan pembimbing yang mendorong murid berpikir kritis dan kreatif.
- Memastikan proses belajar menyenangkan dan bermakna, sehingga murid termotivasi secara intrinsik.
Guru yang mampu mengintegrasikan teori pilihan dan motivasi intrinsik ke dalam praktik sehari-hari akan:
- Menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan suportif.
- Memastikan murid memiliki kesempatan untuk membuat pilihan belajar mereka sendiri.
- Memberikan umpan balik yang membangun, bukan sekadar evaluasi angka atau skor.
Kesimpulan
Memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik sangat penting bagi guru yang ingin memperkuat nilai-nilai Guru Penggerak, khususnya Berpihak pada Murid.
Kesimpulan utama:
- Nilai inti Guru Penggerak: Berpihak pada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif, dan inovatif.
- Teori Pilihan membantu guru memahami kebutuhan dasar murid dan pilihan perilaku mereka.
- Motivasi intrinsik mendorong murid untuk belajar karena ketertarikan dan kepuasan pribadi, bukan karena tekanan eksternal.
- Penerapan teori ini memperkuat nilai Berpihak pada Murid melalui pembelajaran berpusat pada siswa, lingkungan belajar yang mendukung, serta peluang bagi murid untuk aktif, kreatif, dan reflektif.
- Guru yang mempraktikkan pendekatan ini dapat menjadi agen perubahan yang mendorong murid mencapai potensi penuh mereka.
Dengan menerapkan konsep-konsep ini secara konsisten, Guru Penggerak dapat memastikan nilai-nilai inti program terwujud di setiap aspek pembelajaran, menciptakan pengalaman belajar yang inspiratif, personal, dan bermakna bagi setiap murid.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Kunci Jawaban Tugas B Eksplorasi Konsep Modul 1.2 Guru Penggerak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

