Sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Pancasila memiliki peran strategis dalam mengarahkan cara berpikir, berperilaku, dan menyusun kebijakan nasional.
Salah satu penerapannya adalah menjadikan Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu serta paradigma pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, setiap pengembangan pengetahuan dan penyusunan kebijakan pembangunan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila yang menempatkan kemanusiaan, moralitas, keberlanjutan, keadilan, dan persatuan bangsa sebagai pijakan utama.
Untuk memahami implementasi nilai-nilai tersebut, artikel ini mengangkat kasus aktual di bidang ekonomi: kenaikan harga beras di Indonesia pada tahun 2024–2025 yang berdampak luas terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Kenaikan harga beras terjadi akibat kombinasi faktor cuaca ekstrem, gangguan distribusi, peningkatan biaya produksi, dan keterbatasan stok nasional.
Soal Lengkap:
Pancasila berperan sebagai paradigma pengembangan ilmu dan Pembangunan nasional. Hal ini berartu dalam praktiknya, pengembangan ilmu dan Pembangunan nasional harus mengacu pada Pancasila.
Petunjuk Kerja
1. Pilihlah satu kasus aktual di bidang hukum, ekonomi, atau ketahanan nasional yang terjadi di wilayah Anda.
2. Analisislah kasus tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut:
– Bagaimana kasus tersebut dapat dianalisis dalam kerangka Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu, khususnya terkait orientasi pada kemanusiaan, moralitas, keberlanjutan, dan keadilan?
– Bagaimana kasus tersebut dapat dipahami dalam kerangka Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional, khususnya terkait pembangunan manusia seutuhnya, keadilan sosial, pemerataan, dan persatuan bangsa?
– Tuliskan refleksi pribadi Anda mengenai pelajaran dari kasus tersebut agar pembangunan Indonesia di bidang hukum, ekonomi, atau ketahanan nasional lebih selaras dengan nilai-nilai Pancasila di masa depan?
3. Tuliskan jawaban yang otentik dengan jelas dan singkat (maksimal 2 halaman).
4. Sertakan minimal 1 referensi (misalnya modul, buku, artikel, atau berita relevan
Referensi Jawaban:
Kenaikan Harga Beras dalam Kerangka Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu
Orientasi pada Kemanusiaan dan Moralitas
Kasus kenaikan harga beras menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis etika dan kemanusiaan dalam pengembangan ilmu ekonomi dan kebijakan publik. Kemanusiaan mengharuskan pemerintah, peneliti, dan pelaku ekonomi untuk menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Ilmu ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada teori pasar, tetapi harus mempertimbangkan nilai moralitas dan keadilan dalam proses pengambilan keputusan. Pengetahuan tentang stabilisasi harga pangan harus digunakan untuk melindungi masyarakat yang rentan terhadap guncangan ekonomi.
Keberlanjutan dan Keadilan dalam Ilmu Pengetahuan
Dari sisi keberlanjutan, kasus ini memperlihatkan perlunya pengembangan ilmu pertanian modern yang adaptif terhadap perubahan iklim. Pengelolaan pangan tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mencakup pengelolaan lingkungan dan produksi yang berkelanjutan. Dalam konteks keadilan, pengetahuan yang dikembangkan harus mampu mengatasi ketimpangan akses pangan, memperbaiki rantai distribusi, dan meminimalkan kesenjangan antarwilayah.
Kasus Kenaikan Harga Beras dalam Kerangka Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Nasional
Pembangunan Manusia Seutuhnya
Pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan kualitas manusia secara utuh. Harga beras yang melambung menghambat kualitas hidup masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok untuk mempertahankan kesehatan dan produktivitas. Pembangunan yang selaras dengan nilai Pancasila harus memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Keadilan Sosial dan Pemerataan
Kenaikan harga beras memperlihatkan adanya ketidakmerataan distribusi pangan antarwilayah. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan pembangunan, pemerintah perlu merumuskan kebijakan distribusi yang lebih adil, memperkuat cadangan pangan, dan meningkatkan kemampuan daerah dalam memproduksi pangan secara mandiri. Prinsip keadilan sosial menuntut agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan kebutuhan dasar.
Persatuan dan Stabilitas Nasional
Krisis pangan berpotensi menurunkan kepercayaan publik dan memicu instabilitas sosial. Dengan memahami Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional, pemerintah harus menjaga solidaritas dan persatuan bangsa melalui kebijakan yang mampu mengurangi keresahan masyarakat. Upaya stabilisasi harga beras bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan menjaga keutuhan bangsa.
Refleksi Pribadi untuk Masa Depan Implementasi Pancasila
Kasus kenaikan harga beras memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana pembangunan ekonomi Indonesia masih rentan terhadap gangguan eksternal dan internal. Refleksi pribadi saya adalah bahwa pembangunan di bidang pangan harus lebih terarah pada prinsip keberlanjutan, keadilan, dan kemandirian nasional. Nilai Pancasila menuntut agar kita mengedepankan kesejahteraan rakyat dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar mempertimbangkan aspek teknis atau keuntungan jangka pendek.
Saya juga menyadari pentingnya memperkuat integrasi antara riset, kebijakan, dan implementasi. Ilmu pengetahuan harus terus dikembangkan untuk menciptakan inovasi di sektor pertanian, mengatasi dampak perubahan iklim, dan memperbaiki rantai pasok pangan. Di sisi lain, pembangunan nasional harus dilakukan secara merata, tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu. Dengan cara ini, Indonesia dapat mencapai sistem pangan yang tangguh dan adil sesuai nilai-nilai Pancasila.
Referensi
- Modul Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi, Kemdikbud (2023).
- Artikel ekonomi harian Kompas dan CNN Indonesia terkait kenaikan harga beras nasional (2024–2025).