Program pelatihan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan teknis karyawan, terutama di perusahaan teknologi yang terus beradaptasi dengan inovasi baru. Namun, pelatihan yang hanya dilakukan tanpa evaluasi tidak akan memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitasnya. Situasi ini terjadi pada “Tech Company”, di mana manajemen kesulitan menilai apakah pelatihan yang sudah dilaksanakan benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan kerja karyawan.
Manajer SDM perlu melakukan evaluasi secara sistematis dan terstruktur agar dapat menentukan keberhasilan program pelatihan. Artikel berikut menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dan beberapa pendekatan evaluasi pelatihan yang dapat digunakan secara praktis.
Soal Lengkap
Perusahaan “Tech Company” baru saja melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis karyawan dalam menghadapi teknologi baru yang diterapkan di perusahaan.
Namun, setelah pelatihan selesai, manajemen merasa kesulitan dalam menilai keberhasilan program tersebut.
Ada banyak anggapan bahwa pelatihan tersebut mungkin tidak memberikan dampak yang signifikan, dan manajer SDM tidak yakin apakah karyawan benar-benar dapat menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam pekerjaan mereka.
Manajer SDM ingin melakukan evaluasi yang lebih sistematis dan praktis untuk menentukan apakah pelatihan tersebut berhasil atau tidak.
Pertanyaannya:
1. Apa yang harus dilakukan oleh manajer SDM “Tech Company” untuk mengevaluasi program pelatihan tersebut?
2. Jelaskan dengan menggunakan beberapa pendekatan evaluasi yang sesuai, dan bagaimana cara-cara evaluasi ersebut dapat membantu manajer SDM untuk menentukan efektivitas pelatihan.
Referensi Jawaban
Langkah yang Harus Dilakukan Manajer SDM untuk Mengevaluasi Program Pelatihan
Mengumpulkan Data Pra dan Pasca Pelatihan
Untuk mengetahui efektivitas pelatihan, manajer SDM perlu membandingkan kondisi sebelum pelatihan dengan kondisi sesudah pelatihan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan asesmen kemampuan awal karyawan dan asesmen lanjutan setelah pelatihan selesai. Data ini memberikan gambaran objektif apakah terjadi peningkatan pengetahuan atau keterampilan.
Mengamati Penerapan Keterampilan di Tempat Kerja
Evaluasi tidak berhenti pada pengukuran kemampuan teknis di ruang pelatihan saja. Manajer SDM perlu mengamati apakah karyawan benar-benar menerapkan keterampilan baru dalam pekerjaan sehari-hari. Observasi langsung dan feedback dari atasan langsung menjadi komponen penting dalam menilai keberhasilan pelatihan.
Pendekatan Evaluasi Pelatihan yang Dapat Digunakan
Model Evaluasi Kirkpatrick
Model Kirkpatrick adalah salah satu pendekatan evaluasi pelatihan yang paling banyak digunakan karena komprehensif dan mudah diterapkan. Model ini memiliki empat tingkatan evaluasi:
Reaksi
Tingkat ini menilai bagaimana perasaan peserta terhadap pelatihan, termasuk kepuasan, pemahaman materi, dan persepsi mereka terhadap manfaat pelatihan. Survei kepuasan atau kuesioner dapat digunakan untuk mengukur aspek ini. Meskipun sifatnya subjektif, hasilnya membantu memahami apakah pelatihan diterima dengan baik oleh peserta.
Pembelajaran
Tingkat ini menilai peningkatan kemampuan teknis peserta setelah pelatihan. Tes teori, ujian praktik, atau simulasi tugas dapat digunakan untuk mengukur apakah peserta benar-benar memahami materi. Data ini membantu menentukan apakah metode pelatihan efektif dalam menyampaikan pengetahuan.
Perilaku
Pada tahap ini, evaluasi berfokus pada perubahan perilaku kerja peserta. Manajer SDM perlu mengetahui apakah keterampilan yang dipelajari benar-benar diterapkan dalam pekerjaan. Feedback atasan, hasil pengamatan lapangan, atau pemantauan kinerja menjadi alat evaluasi utama untuk tahap ini.
Hasil
Tingkat ini menilai dampak pelatihan terhadap perusahaan secara keseluruhan. Misalnya peningkatan produktivitas tim, penurunan kesalahan kerja, peningkatan kualitas layanan, atau percepatan proses operasional. Data ini menunjukkan apakah pelatihan memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan perusahaan.
Pendekatan Return on Investment (ROI)
Selain model Kirkpatrick, pendekatan ROI digunakan untuk mengukur manfaat pelatihan dalam bentuk nilai finansial. Manajer SDM dapat membandingkan biaya pelatihan dengan manfaat yang diperoleh perusahaan, seperti peningkatan efisiensi atau pengurangan biaya operasional. Pendekatan ini membantu manajemen menilai apakah investasi pelatihan layak atau perlu diperbaiki.
Evaluasi Berbasis Kompetensi
Pendekatan ini fokus pada pengukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan sebelum pelatihan. Manajer SDM dapat menyusun indikator kompetensi teknis yang relevan dan mengukur pencapaiannya melalui tes praktik, proyek tugas, atau demonstrasi kemampuan. Pendekatan ini cocok untuk Tech Company yang menerapkan teknologi baru dan membutuhkan peningkatan keterampilan yang terukur.
Bagaimana Pendekatan Evaluasi Membantu Menilai Efektivitas Pelatihan
Memberikan Gambaran Objektif tentang Dampak Pelatihan
Dengan menerapkan model Kirkpatrick dan evaluasi berbasis kompetensi, manajer SDM dapat memperoleh data struktural mengenai peningkatan kemampuan, perubahan perilaku, dan hasil kerja karyawan. Data ini membantu manajemen membuat keputusan berbasis bukti.
Membantu Menentukan Perbaikan Pelatihan di Masa Depan
Evaluasi juga berfungsi sebagai dasar untuk menyempurnakan program pelatihan. Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembelajaran tidak terserap maksimal atau karyawan belum mampu menerapkannya, perusahaan dapat memperbaiki metode pelatihan, memperpanjang durasi, atau menyediakan pendampingan lanjutan.
Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Evaluasi pelatihan memudahkan manajer SDM dalam menentukan kebutuhan pengembangan karyawan, merencanakan pelatihan lanjutan, dan meningkatkan produktivitas tim secara keseluruhan. Dengan evaluasi yang tepat, pelatihan menjadi investasi strategis, bukan sekadar kegiatan rutin.
Kesimpulan
Manajer SDM di Tech Company perlu melakukan evaluasi pelatihan secara komprehensif agar dapat menilai keberhasilan program peningkatan keterampilan teknis. Mengumpulkan data sebelum dan sesudah pelatihan, mengamati penerapan keterampilan di tempat kerja, serta menggunakan model evaluasi seperti Kirkpatrick, ROI, dan evaluasi berbasis kompetensi akan memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas pelatihan.
Evaluasi yang sistematis tidak hanya membantu mengukur dampak pelatihan, tetapi juga mendukung pengembangan SDM yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas kerja di perusahaan.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Perusahaan ‘Tech Company’ Baru Saja Melaksanakan Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Keterampilan Teknis sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.