Dalam manajemen keuangan, keputusan pembiayaan atau financing decision merupakan salah satu keputusan strategis yang paling penting. Keputusan ini menentukan bagaimana perusahaan memperoleh dana untuk mendanai proyek besar, termasuk ekspansi.
Bagi sebuah perusahaan ritel yang sudah mapan dan ingin membuka 20 toko baru secara serentak di seluruh Indonesia, kebutuhan modal tentu tidak kecil. Manajer keuangan harus memilih sumber pembiayaan eksternal yang paling tepat dan paling menguntungkan perusahaan.
Dua pilihan utama yang sering digunakan perusahaan untuk pendanaan eksternal adalah pinjaman jangka panjang dari bank dan penerbitan saham baru melalui pasar modal. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Mengapa Keputusan Pembiayaan Sangat Penting?
Keputusan pembiayaan berpengaruh langsung terhadap struktur modal, risiko keuangan, fleksibilitas operasional, dan tingkat profitabilitas perusahaan. Pilihan pembiayaan yang tidak tepat dapat menurunkan kinerja perusahaan, membahayakan keberlanjutan bisnis, bahkan memicu risiko keuangan jangka panjang.
Dalam konteks ekspansi pembukaan toko baru, keputusan ini menjadi semakin strategis karena dana yang dibutuhkan sangat besar dan berdampak pada masa depan perusahaan dalam jangka panjang.
Soal Lengkap
Salah satu dari tiga keputusan utama dalam manajemen keuangan adalah keputusan pembiayaan (Financing Decision).
Anda adalah manajer keuangan di sebuah perusahaan ritel yang sudah mapan dan ingin melakukan ekspansi besar dengan membuka 20 toko baru secara serentak di seluruh Indonesia. Proyek ini tentu membutuhkan dana yang sangat besar.
Dengan mempertimbangkan berbagai sumber pembiayaan, manakah sumber pembiayaan eksternal yang kemungkinan besar akan Anda pilih: mengajukan pinjaman jangka panjang ke bank atau menerbitkan saham baru di pasar modal?
Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan tersebut bagi perusahaan anda.
Contoh Referensi Jawaban
Pembiayaan dengan Mengajukan Pinjaman Jangka Panjang
Mengajukan pinjaman jangka panjang ke bank merupakan metode pembiayaan klasik yang sering digunakan perusahaan untuk mendukung ekspansi.
Kelebihan Pinjaman Jangka Panjang
Tidak Mengurangi Kepemilikan Perusahaan
Pinjaman bank tidak memengaruhi struktur kepemilikan. Pemegang saham lama tetap memiliki kontrol penuh terhadap perusahaan tanpa adanya dilusi saham.
Bunga Dapat Menjadi Pengurang Pajak
Beban bunga pinjaman bersifat tax deductible. Artinya, bunga yang dibayarkan dapat mengurangi jumlah pajak perusahaan, sehingga menurunkan biaya modal secara keseluruhan.
Proses Relatif Lebih Cepat
Jika perusahaan memiliki rekam jejak yang baik, kredit bank dapat disetujui dalam waktu relatif cepat dibandingkan proses penerbitan saham yang membutuhkan memenuhi regulasi pasar modal.
Fleksibilitas Perjanjian
Pinjaman dapat dinegosiasikan, baik dari sisi tenor, jumlah pinjaman, maupun skema pembayaran. Hal ini memberi perusahaan ruang untuk menyesuaikan cicilan dengan kemampuan arus kas.
Kekurangan Pinjaman Jangka Panjang
Beban Pembayaran Tetap
Pinjaman bank mewajibkan perusahaan membayar bunga dan pokok secara teratur. Jika pendapatan dari toko baru belum stabil, pembayaran ini dapat menekan likuiditas.
Risiko Gagal Bayar
Jika ekspansi tidak berjalan sesuai rencana, perusahaan berisiko mengalami tekanan finansial. Bank juga mungkin memberikan tenggat pembayaran yang ketat.
Adanya Covenant Kredit
Pinjaman besar biasanya disertai syarat tertentu dari bank, seperti pembatasan dividen, batas rasio utang, atau ketentuan penggunaan dana. Hal ini dapat mengurangi fleksibilitas manajerial.
Nilai Pinjaman Ada Batasnya
Jumlah pinjaman yang dapat diberikan bank sering kali dibatasi oleh aset yang bisa dijadikan jaminan serta kemampuan perusahaan membayar cicilan.
Pembiayaan dengan Menerbitkan Saham Baru
Penerbitan saham baru merupakan bentuk pembiayaan ekuitas yang diperoleh dengan menjual sebagian kepemilikan perusahaan kepada investor baru.
Kelebihan Penerbitan Saham Baru
Tidak Ada Kewajiban Pembayaran Bunga
Perusahaan tidak perlu membayar cicilan atau bunga. Hal ini mengurangi tekanan likuiditas dan membuat arus kas lebih stabil untuk mendukung operasional toko-toko baru.
Risiko Keuangan Lebih Rendah
Karena tidak menimbulkan utang, perusahaan memiliki risiko gagal bayar yang jauh lebih rendah. Ini sangat penting ketika ekspansi membutuhkan waktu untuk menghasilkan profit.
Potensi Mengumpulkan Dana Lebih Besar
Pasar modal memungkinkan perusahaan memperoleh dana dalam jumlah sangat besar, melebihi batas pinjaman bank. Hal ini sangat relevan untuk ekspansi besar yang simultan.
Memperluas Basis Investor
Saham baru memberi peluang bagi perusahaan untuk bekerja sama dengan investor strategis yang mungkin membawa pengalaman, relasi, atau peluang bisnis tambahan.
Kekurangan Penerbitan Saham Baru
Dilusi Kepemilikan
Pemegang saham lama harus berbagi kepemilikan dan hak suara dengan investor baru. Hal ini dapat mengurangi kendali terhadap arah perusahaan.
Proses Lama dan Biaya Besar
Penerbitan saham di pasar modal harus melewati proses legal, audit, persetujuan OJK, dan biaya underwriting. Proses ini lebih kompleks dibandingkan mengajukan pinjaman.
Kewajiban Memberi Dividen
Meskipun dividen tidak wajib seperti bunga bank, investor biasanya mengharapkan distribusi keuntungan di masa depan, sehingga laba perusahaan terbagi lebih banyak.
Pengaruh Fluktuasi Pasar
Harga saham sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, sentimen ekonomi, dan kebijakan moneter. Jika harga saham sedang turun, penerbitan saham baru bisa kurang menguntungkan.
Mana yang Lebih Tepat untuk Situasi Ekspansi Perusahaan Ritel?
Tidak ada satu jawaban mutlak karena pilihan terbaik bergantung pada kondisi keuangan, strategi jangka panjang, dan profil risiko perusahaan.
Namun, untuk perusahaan ritel yang sudah mapan, keputusan pembiayaan dapat dipertimbangkan sebagai berikut:
- Jika perusahaan memiliki arus kas kuat, stabil, dan ingin mempertahankan kendali penuh, pinjaman jangka panjang bisa menjadi pilihan terbaik.
- Jika perusahaan ingin meminimalkan risiko keuangan dan membutuhkan dana sangat besar tanpa tekanan cicilan, penerbitan saham baru menjadi pilihan yang lebih aman.
- Banyak perusahaan memilih kombinasi kedua metode agar mendapatkan struktur modal yang seimbang dan meminimalkan risiko.
Dengan mempertimbangkan skala ekspansi yang besar (20 toko sekaligus), penggunaan dana ekuitas dari penerbitan saham baru umumnya lebih aman untuk mengurangi tekanan keuangan di awal. Namun tetap dapat dikombinasikan dengan pinjaman bank dalam jumlah lebih kecil untuk menjaga efisiensi modal.
Kesimpulan
Keputusan pembiayaan adalah langkah strategis yang memengaruhi masa depan perusahaan. Baik pinjaman jangka panjang maupun penerbitan saham baru memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dianalisis secara mendalam. Pinjaman memberikan kontrol penuh dan proses cepat, tetapi memiliki risiko beban utang. Sementara penerbitan saham memberikan dana besar dan risiko rendah, namun mengurangi kepemilikan perusahaan dan memerlukan proses regulasi panjang.
Manajer keuangan harus mempertimbangkan struktur modal ideal, kemampuan arus kas, serta tujuan ekspansi sebelum menentukan pilihan pembiayaan yang paling menguntungkan.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Soal: Salah Satu Dari Tiga Keputusan Utama Dalam Manajemen Keuangan Adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.