Tutup
Pendidikan

Contoh Soal Penalaran Umum untuk UTBK 2025 beserta Jawabannya

×

Contoh Soal Penalaran Umum untuk UTBK 2025 beserta Jawabannya

Sebarkan artikel ini
Artikel berikut ini akan mengulas secara ringkas dan jelas mengenai Contoh Soal Penalaran Umum untuk UTBK 2025 beserta Jawabannya, yang kami rangkum dari berbagai sumber tepercaya guna memberikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Soal Penalaran Umum – Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) merupakan salah satu jalur utama masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dalam UTBK SNBT, kemampuan peserta tidak lagi hanya diukur dari penguasaan materi pelajaran sekolah, tetapi juga dari kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis.

Salah satu komponen penting dalam tes ini adalah Kemampuan Penalaran Umum. Oleh karena itu, memahami dan mempelajari contoh soal kemampuan penalaran umum UTBK SNBT menjadi langkah strategis bagi calon mahasiswa.

Iklan
Tutup

Kemampuan Penalaran Umum bertujuan mengukur cara peserta menganalisis informasi, menarik kesimpulan, serta memecahkan masalah secara logis dan sistematis. Soal-soal dalam bagian ini tidak bergantung pada hafalan rumus atau materi tertentu, melainkan menilai proses berpikir dan cara menyusun argumen yang benar. Hal ini membuat banyak peserta merasa kesulitan jika tidak terbiasa mengerjakan soal dengan pola penalaran yang tepat.

Melalui latihan contoh soal kemampuan penalaran umum UTBK SNBT, peserta dapat mengenali berbagai tipe soal yang sering muncul, seperti penalaran logis, penarikan kesimpulan, hubungan sebab-akibat, dan analisis pernyataan. Dengan sering berlatih, peserta akan terbiasa membaca soal secara kritis, memahami informasi tersirat, serta memilih jawaban yang paling logis berdasarkan data yang diberikan.

Selain itu, mempelajari contoh soal juga membantu peserta mengembangkan strategi pengerjaan yang efektif. Peserta dapat belajar mengelola waktu, menghindari kesalahan logika, serta meningkatkan ketelitian dalam membaca soal. Kemampuan ini sangat penting karena soal penalaran umum sering disajikan dengan narasi yang panjang dan pilihan jawaban yang terlihat mirip, sehingga membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi.

Latihan yang konsisten menggunakan contoh soal juga dapat meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi UTBK SNBT. Peserta yang sudah terbiasa dengan pola soal cenderung lebih tenang dan tidak mudah panik ketika menemui soal yang menantang. Dengan demikian, latihan soal tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental.

Artikel ini akan menyajikan contoh soal kemampuan penalaran umum UTBK SNBT lengkap dengan pembahasan yang mudah dipahami. Diharapkan, pembahasan ini dapat membantu peserta memahami cara berpikir yang benar dalam menyelesaikan soal penalaran umum serta meningkatkan peluang memperoleh skor yang optimal dalam UTBK SNBT.

Soal PENALARAN Umum PDF Lengkap untuk Persiapan Tes 2025

Kemampuan penalaran umum menjadi salah satu kompetensi utama yang diuji dalam berbagai seleksi akademik dan profesional, mulai dari SNBT, seleksi CPNS dan PPPK, hingga tes masuk sekolah kedinasan. Oleh karena itu, pencarian Soal PENALARAN Umum PDF terus meningkat, terutama menjelang pelaksanaan ujian tahun 2025. Peserta membutuhkan bahan latihan yang sistematis, mudah dipelajari, dan dilengkapi pembahasan agar dapat memahami pola soal secara menyeluruh.

Penalaran umum tidak sekadar menguji hafalan, melainkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis. Soal-soal yang diujikan menuntut peserta untuk menarik kesimpulan, menemukan pola, serta menganalisis hubungan antar informasi. Dengan mempelajari kumpulan soal penalaran umum, peserta dapat melatih cara berpikir yang lebih terstruktur dan efisien.

Materi PENALARAN Umum yang Sering Diujikan

Sebelum mengerjakan latihan, penting untuk memahami materi penalaran umum yang biasanya muncul dalam ujian. Secara umum, materi ini terbagi ke dalam beberapa kategori utama. Pertama adalah penalaran logis, yang meliputi silogisme, pernyataan sebab-akibat, dan penarikan kesimpulan. Kedua adalah penalaran analitis, seperti analisis tabel, grafik, dan hubungan antar data. Ketiga adalah penalaran kuantitatif sederhana yang berkaitan dengan pola angka dan perbandingan logis.

Selain itu, terdapat pula soal penalaran verbal yang menguji hubungan makna kata, analogi, dan kesimpulan berdasarkan teks pendek. Kombinasi berbagai materi inilah yang membuat penalaran umum menjadi salah satu bagian tes yang cukup menantang. Oleh sebab itu, mempelajari contoh soal kemampuan penalaran umum secara rutin sangat dianjurkan.

Pentingnya Soal PENALARAN Umum dan Pembahasan PDF

Banyak peserta hanya fokus mengerjakan soal tanpa memahami alasan di balik jawaban yang benar. Padahal, soal penalaran umum dan pembahasan PDF memiliki peran penting dalam proses belajar. Pembahasan membantu peserta memahami alur berpikir yang tepat, mengidentifikasi kesalahan logika, serta menemukan strategi penyelesaian yang lebih cepat.

Dengan format PDF, materi latihan juga lebih praktis karena dapat diunduh dan dipelajari kapan saja, baik melalui ponsel maupun laptop. Tidak heran jika banyak peserta mencari download soal PENALARAN Umum yang lengkap dan terstruktur, terutama untuk persiapan jangka panjang.

Contoh Soal PENALARAN Umum dan Pembahasannya

Latihan melalui contoh soal PENALARAN Umum dan pembahasannya memungkinkan peserta mengenali tipe-tipe soal yang sering muncul. Misalnya, pada soal silogisme, peserta dilatih untuk menarik kesimpulan yang logis tanpa terpengaruh asumsi pribadi. Pada soal pola gambar atau angka, peserta dilatih untuk menemukan keteraturan dan hubungan tersembunyi.

Pembahasan yang baik tidak hanya menunjukkan jawaban benar, tetapi juga menjelaskan mengapa pilihan lain salah. Dengan demikian, peserta dapat menghindari kesalahan serupa saat menghadapi soal yang berbeda tetapi memiliki konsep yang sama.

Soal PENALARAN Umum PDF 2025: Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Menghadapi seleksi tahun depan, soal PENALARAN Umum PDF 2025 diprediksi tetap menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tingkat kesulitan soal cenderung meningkat, dengan fokus pada analisis dan penalaran kontekstual. Peserta tidak cukup hanya menghafal pola, tetapi harus benar-benar memahami konsep dasar penalaran.

Oleh karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan sejak dini dengan mengumpulkan berbagai referensi latihan. Menggunakan kumpulan soal penalaran umum dari berbagai sumber akan membantu peserta menghadapi variasi soal yang lebih luas.

Strategi Efektif Mengerjakan Soal Penalaran Umum

Agar latihan lebih optimal, peserta perlu menerapkan strategi yang tepat. Pertama, pahami informasi dalam soal secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan. Kedua, fokus pada fakta yang diberikan, bukan asumsi pribadi. Ketiga, latih manajemen waktu agar tidak terjebak terlalu lama pada satu soal.

Selain itu, evaluasi hasil latihan sangat penting. Dengan meninjau kembali jawaban yang salah melalui pembahasan, peserta dapat memperbaiki pola pikir dan meningkatkan akurasi. Inilah alasan mengapa soal penalaran umum dan pembahasan PDF menjadi pilihan belajar yang efektif.

Download Soal PENALARAN Umum untuk Latihan Mandiri

Saat ini, banyak peserta memilih belajar secara mandiri dengan mencari download soal PENALARAN Umum dalam format PDF. Materi ini biasanya berisi rangkuman teori, latihan soal, serta pembahasan lengkap. Dengan belajar mandiri secara konsisten, kemampuan penalaran akan meningkat secara bertahap.

Latihan rutin juga membantu membangun kepercayaan diri saat menghadapi ujian sesungguhnya. Semakin sering berlatih, peserta akan semakin terbiasa dengan tekanan waktu dan kompleksitas soal.

Contoh Soal UTBK Penalaran Umum Terbaru dan Pembahasannya

Berikut Contoh Soal Penalaran Umum untuk UTBK 2025 beserta Jawabannya:

1. Soal 1 : Logika Matematika – Susunan Huruf

N, M, K, H, …

Pilihan Jawaban:

  1. E
  2. D
  3. C
  4. B
  5. A

Jawaban : B

Pembahasan

Dalam tipe soal seperti ini, kamu akan diminta untuk menemukan pola antar huruf berdasarkan urutan huruf tersebut dalam abjad. Dalam kasus soal di atas, urutan huruf tersebut adalah:

(N, M, K, H) = (14, 13,11,8)

Dari sini terlihat kalau pola antar huruf pertama dan kedua adalah -1, huruf kedua dan ketiga adalah -2 dan begitu seterusnya, sehingga diperoleh:

N – 1 = M

M – 2 = K

K – 3 = H

H – 4 atau 8 – 4 = huruf urutan ke-4 dalam abjad, yaitu D. 

Jadi, huruf setelah H adalah D.

2. Soal 2 : Logika Matematika – Susunan Huruf

B, E, D, G, F, I, H, … , … 

Pilihan Jawaban

  1. K dan G
  2. J dan K
  3. K dan J
  4. G dan J
  5. J dan G

Jawaban : C

Pembahasan

Sama seperti pertanyaan nomor 1 di atas, pada pertanyaan kedua ini kamu juga harus menemukan urutan dari masing-masing huruf. Hanya saja, urutan pola kali ini sedikit lebih susah. Pertama, mari kita ganti huruf-huruf tersebut menjadi urutannya dalam abjad:

(B, E, D, G, F, I, H) = (2, 5, 4, 7, 6, 9, 8)

Dari sini terlihat kalau dari 2 ke 5 ada penambahan 3 angka (+3), dari 5 ke 4 ada pengurangan 1 angka (-1). Begitu pula dari 4 ke 7 dan 7 ke 6. Oleh karena itu, polanya adalah +3, -1. Jika 8 ditambah 3 adalah 11 dan 11 dikurangi 1 adalah 10, maka jawabannya adalah K (huruf ke-11) dan J (huruf ke-10). Ingat, tidak boleh tertukar ya!

3. Soal 3 : Logika Matematika – Mencari Kesimpulan

Jika semua masyarakat memiliki tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, maka tingkat solidaritas sosial akan meningkat. Semua lapisan masyarakat di Kota Harmoni memiliki tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Manakah kesimpulan yang paling benar?

Pilihan Jawaban

  1. Tingkat solidaritas sosial di Kota Harmoni akan meningkat.
  2. Kurangnya kepercayaan merupakan faktor penurunan tingkat solidaritas sosial.
  3. Sebagian lapisan masyarakat di Kota Harmoni tidak berkontribusi pada peningkatan tingkat solidaritas sosial.
  4. Partisipasi aktif dalam kegiatan sosial tidak memiliki hubungan dengan tingkat solidaritas sosial.
  5. Tidak dapat disimpulkan.

Jawaban : A

Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita dapat menggunakan konsep kuantor logika matematika untuk menarik kesimpulan. Berikut merupakan operator logika matematika yang relevan:

Premis 1: Jika semua masyarakat memiliki tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sosial (P), maka tingkat solidaritas sosial akan meningkat (Q).

Premis 2: Semua lapisan masyarakat di Kota Harmoni memiliki tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sosial (P).

Berdasarkan logika matematika, premis pertama merupakan gabungan dari implikasi dan kuantor universal, di mana Q akan terpenuhi apabila P seluruhnya juga terpenuhi. Oleh karena itu, jika semua lapisan masyarakat di Kota Harmoni memiliki tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, maka kesimpulan yang paling benar adalah A. Tingkat solidaritas sosial di Kota Harmoni akan meningkat.

4. Soal 4 : Logika Matematika – Mencari Kesimpulan

Jika semua tanaman menerima cukup sinar matahari, maka pertumbuhan mereka akan optimal. Pertumbuhan tanaman jenis X optimal. Manakah kesimpulan yang paling benar?

Pilihan Jawaban

  1. Semua tanaman jenis X menerima cukup sinar matahari.
  2. Beberapa tanaman jenis X tidak menerima cukup sinar matahari.
  3. Tanaman jenis X memiliki keunggulan genetik dalam pertumbuhan.
  4. Pertumbuhan tanaman jenis X selalu optimal setiap musim.
  5. Tidak dapat disimpulkan.

Jawaban : E

Pembahasan

Seperti soal nomor 3, untuk menjawab soal ini, kita dapat menggunakan konsep kuantor logika matematika untuk menarik kesimpulan. Berikut merupakan operator logika matematika:

Premis 1: Jika semua tanaman menerima cukup sinar matahari (P), maka pertumbuhan mereka akan optimal (Q).

Premis 2: Pertumbuhan tanaman jenis X optimal (Q).

Berdasarkan logika matematika, premis pertama merupakan gabungan dari implikasi dan kuantor universal, dimana meskipun Q terpenuhi, tetapi tidak dapat disimpulkan bahwa P juga terpenuhi. Hal ini dikarenakan mungkin masih terdapat faktor lain yang juga menjadi penyebab Q. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah E. Tidak dapat disimpulkan.

5. Soal 5 : Logika Matematika – Mencari Kesimpulan

Jika semua senyawa bersifat asam, maka mereka akan memberikan ion hidrogen (H+) dalam larutan. Beberapa senyawa tidak memberikan ion hidrogen dalam larutan. Manakah kesimpulan yang paling benar?

Pilihan Jawaban

  1. Semua senyawa bersifat basa.
  2. Beberapa senyawa bersifat basa.
  3. Semua senyawa tidak bersifat asam.
  4. Beberapa senyawa tidak bersifat asam.
  5. Tidak dapat disimpulkan.

Jawaban : D

Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita juga harus menggunakan kuantor logika matematika, yaitu.

Premis 1: Jika semua senyawa bersifat asam (P), maka mereka akan memberikan ion hidrogen (H+) dalam larutan (Q).

Premis 2: Beberapa senyawa tidak memberikan ion hidrogen dalam larutan (~Q).

Dalam logika ini, jika Q tidak terpenuhi (-Q), maka P juga tidak akan terpenuh (-P). Ini artinya, jika beberapa senyawa tidak memberikan ion hidrogen dalam larutan (-Q), maka senyawa tersebut bukan asam. Jadi, jawabannya adalah D. 

Kamu perlu hati-hati, sebab meskipun basa seringkali dianggap kebalikan dari asam, namun pernyataan di atas tidak menyebutkan basa, sehingga jawabannya bukan B

6. Soal 6 : Logika Matematika – Mencari Kesimpulan

1. Semua orang adalah kucing. 

2. Beruang bukan kucing.

Berdasarkan kedua premis di atas, manakah kesimpulan di bawah ini yang BENAR?

Pilihan Jawaban

  1. Semua beruang adalah orang.
  2. Beberapa beruang adalah kucing.
  3. Beruang adalah kucing.
  4. Tidak ada beruang yang adalah orang.
  5. Semua kucing adalah beruang.

Jawaban : D

Pembahasan

Kita akan menggunakan simbolik logika untuk membantu analisis premis:

  • Premis (1) dapat disimbolkan sebagai p → q (Jika p adalah orang, maka q adalah kucing).
  • Premis (2) dapat disimbolkan sebagai q ≠ r (Beruang, r, bukan kucing, q).

Dari premis ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tidak ada beruang yang merupakan orang. Kesimpulan ini diambil karena jika semua orang adalah kucing (p → q) dan beruang bukan kucing (q ≠ r), maka secara logika, beruang tidak bisa menjadi orang (p ≠ r).

7. Soal 7 : Deret Aritmatika

…, 87, 105, 126, 150

Pilihan Jawaban

  1. 70
  2. 62
  3. 67
  4. 72
  5. 73

Jawaban : D

Pembahasan

Selisih antara angka-angka di atas adalah sebagai berikut:

105-87= 18

126-105 = 21

150-126= 24

Dari sini terlihat bahwa hasil pengurangan diantara antar dua angka pada soal di atas memiliki selisih 3 (21 ke 18 selisih 3 dan 24 ke 21 juga selisih 3). Ini artinya, selisih antara 18 dan hasil pengurangan sebelumnya adalah 3, sehingga 87 diperoleh dari hasil penambahan suatu angka dengan angka 15. Jadi:

87 = x +15, maka x = 87-15 =72

8. Soal 8 : Logika Matematika – Mencari Pernyataan yang Benar/Salah

Pertanyaan

Dalam turnamen catur sekolah, diketahui Rani lebih pintar daripada Santi. Kecerdasan Tia sama dengan Umi, tetapi lebih tinggi daripada Vina. Selanjutnya, kecerdasan Santi sedikit lebih tinggi daripada Wati. Jika kecerdasan Wati lebih tinggi daripada Umi, maka pernyataan berikut yang PASTI BENAR adalah …

Pilihan Jawaban

  1. Tia lebih pintar daripada Rani.
  2. Vina kurang pintar daripada Santi.
  3. Rani kurang pintar daripada Umi.
  4. Tia lebih pintar daripada Wati.
  5. Vina lebih pintar daripada Umi.

Jawaban : B

Pembahasan

Untuk menjawab soal seperti ini, kamu harus membuat urutan dari masing-masing orang terlebih dahulu. Dari informasi di atas, maka urutan yang benar adalah:

Rani > Santi > Wati > Tia = Umi > Vina

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B, yaitu Vina kurang pintar daripada Santi.

9. Soal 9 : Logika Matematika – Mencari Kesimpulan

Jika seorang programmer memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pemrograman bahasa Python, maka kemampuannya dalam mengembangkan perangkat lunak akan semakin baik. Doni tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pemrograman bahasa Python. Manakah kesimpulan yang paling tepat?

Pilihan Jawaban

  1. Kemampuan Doni dalam mengembangkan perangkat lunak pasti semakin baik.
  2. Doni tidak dapat mengembangkan perangkat lunak.
  3. Pengetahuan tentang pemrograman bahasa Python tidak berpengaruh pada kemampuan mengembangkan perangkat lunak.
  4. Kemampuan Doni dalam mengembangkan perangkat lunak tetap baik.
  5. Tidak dapat disimpulkan.

Jawaban : E

Pembahasan

Untuk menjawab soal di atas, kita dapat menggunakan Modus Tollens untuk penarikan kesimpulan yang paling tepat. Berikut merupakan operator logika matematika untuk kedua premis:

  • Premis 1: Jika seorang programmer memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pemrograman bahasa Python (P), maka kemampuannya dalam mengembangkan perangkat lunak akan semakin baik (Q).
  • Premis 2: Doni tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pemrograman bahasa Python (~P).

Berdasarkan Modus Tollens, P merupakan implikasi dari Q. Sehingga, jika Doni tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pemrograman bahasa Python (~P), maka tidak dapat disimpulkan. 

Hal ini dikarenakan mungkin kemampuan Doni dalam mengembangkan perangkat lunak tetap baik karena pengetahuan tentang bahasa pemrograman lain, atau mungkin tidak baik tetapi alasan tidak diketahui. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E. Tidak dapat disimpulkan.

10. Soal 10 : Deret Aritmatika

15, 23, 22, 46, … , … , 36, 184, 43

Pilihan Jawaban

  1. 28 dan 91
  2. 91 dan 28
  3. 29 dan 92
  4. 92 dan 29
  5. 27 dan 90

Jawaban: C

Pembahasan:

Saat mengerjakan soal seperti ini, kamu harus kreatif dalam mencari polanya. Seperti gambar di atas, pola tidak bisa langsung terbentuk ketika kamu menghubungkan angka pertama dan kedua. Jadi, jawabannya adalah C.

11. Soal 11 : Deret Aritmatika

…, 68, 204, 816, 4080

Pilihan Jawaban

  1. 24
  2. 42
  3. 34
  4. 32
  5. 26

Jawaban: C

Pembahasan

Pola antar angka di atas adalah pola perkalian, dimana 204 adalah 68 dikali 3, sementara 816 adalah 204 dikali 4 dan 4080 adalah 816 dikali 5. Dari sini dapat disimpulkan bahwa angka sebelum 68 adalah hasil bagi antara 68 dan 2, sehingga hasilnya adalah:

68 = x * 2. 

X = 68 : 2 =34. 

12. Soal 12 : Permutasi

Pada suatu kelas posisi duduk diatur sebagai berikut 

  • Arjuna berada paling pinggir 
  • Jemima bersebelahan dengan Randi dan Vika
  • Randi bersebelahan dengan Safea
  • Maliq tidak bersebelahan dengan siapapun kecuali dengan Vika

Bagaimana urutan duduk yang paling mungkin?

Pilihan Jawaban

  1. Arjuna – Jemima – Randi – Safea – Vika – Maliq
  2. Arjuna – Safea – Jemima – Randi – Vika – Maliq
  3. Arjuna – Randi – Jemima – Safea – Vika – Maliq
  4. Arjuna – Safea – Randi – Jemima – Vika – Maliq
  5. Arjuna – Randi – Safea – Jemima – Vika – Maliq

Jawaban : D

Pembahasan:

Kamu perlu ingat kalau Arjuna berada paling pinggir dan Maliq tidak bersebelahan dengan orang lain selain Vika. Jika Jemima bersebelahan dengan Vika dan Randi, sementara sisi Vika yang lain sudah ada Maliq, maka urutannya adalah Randi, Jemima, Vika, Maliq. Oleh karena itu, sisi lain dari Randi diisi oleh Safea dan Arjuna. 

Jadi, jawabannya adalah D, Arjuna – Safea – Randi – Jemima – Vika – Maliq. Untuk mengerjakan soal seperti ini, tidak ada salahnya kamu menggunakan kertas coretan yang telah disiapkan oleh panitia. 

13. Soal 13 : Bilangan

Jika x/25% = 324/x

Berapa nilai x ?

Pilihan Jawaban

  1. 7
  2. 9
  3. 11
  4. 12
  5. 14

Jawaban : B

Pembahasan

Jika x/25% = 324/x

x^2 = 25% * 324

x^2 = 81

x = 9

14. Soal 14 : Pernyataan yang Mendukung/ Memperlemah Cerita

Gerai Yummy Food adalah gerai makanan cepat saji. Saat ini gerai Yummy Food sedang membuka banyak cabang di beberapa daerah. Pemilik gerai Yummy Food berpendapat bahwa di era saat ini, banyak kalangan yang tertarik pada makanan cepat saji. Manakah pernyataan berikut yang memperlemah pendapat pemilik gerai tersebut?

Pilihan Jawaban

  1. Gerai Yummy Food ramai pengunjung
  2. Banyak kalangan yang tidak tertarik dengan gerai Yummy Food karena makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan
  3. Warga antusias dengan dibukanya gerai Yummy Food di daerahnya
  4. Menu di gerai Yummy Food memiliki harga yang mahal
  5. Pembangunan gerai Yummy Food membutuhkan waktu yang lama

Jawaban: B

Pembahasan

Dalam beberapa soal penalaran umum 2023 terdapat pertanyaan yang meminta siswa untuk memilih pernyataan yang memperlemah atau memperkuat bacaan. Dalam hal ini, kamu harus ingat kalau memperlemah sama dengan tidak mendukung atau berlawanan dengan isi bacaan tersebut, sementara memperkuat adalah sebaliknya (mendukung).

Dalam konteks pertanyaan di atas, opsi yang menyatakan tidak mendukung isi bacaan adalah opsi B.

15. Soal 15 : Diagram

Berikut merupakan diagram peminatan cluster soshum pada suatu SMA:

  • Sejarah : 30%.
  • Ekonomi: 25%
  • Sosiologi : 45%. 

Jika jumlah siswa yang memilih peminatan sosiologi sebanyak 90 siswa. Berapa total keseluruhan siswa cluster soshum pada SMA tersebut?

Pilihan Jawaban

  1. 150
  2. 175
  3. 200
  4. 225
  5. 250

Jawaban : C

Pembahasan

Soal penalaran umum SNBT terkadang juga menggunakan data tertulis maupun dalam bentuk grafik. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu juga belajar cara membaca grafik atau chart dengan benar, baik itu pie chart,  bar chart maupun line chart. Adapun pembahasan untuk pertanyaan di atas adalah:

90 = 45/100 * x

X = 9000/45. 

x = 200

Penutup

Kemampuan Penalaran Umum merupakan salah satu komponen penting dalam UTBK SNBT yang menuntut peserta untuk berpikir logis, kritis, dan sistematis. Melalui latihan contoh soal kemampuan penalaran umum UTBK SNBT, peserta dapat memahami pola soal, meningkatkan ketelitian, serta mengasah kemampuan menganalisis informasi secara mendalam. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi perlu dilatih secara konsisten dan terarah.

Dengan membiasakan diri mengerjakan berbagai variasi soal, peserta akan lebih siap menghadapi tantangan UTBK SNBT, baik dari segi akademik maupun mental. Latihan soal juga membantu peserta mengembangkan strategi pengerjaan yang efektif, seperti mengelola waktu dengan baik dan menghindari kesalahan penalaran yang umum terjadi.

Oleh karena itu, jadikan contoh soal sebagai sarana utama untuk memperkuat kemampuan berpikir dan meningkatkan kepercayaan diri. Dengan persiapan yang matang, latihan yang rutin, dan pemahaman konsep penalaran yang baik, peluang untuk meraih hasil maksimal dalam UTBK SNBT akan semakin besar. Teruslah berlatih, evaluasi kemampuan secara berkala, dan persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi UTBK SNBT dengan percaya diri.

Baca Juga:

Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Contoh Soal Penalaran Umum untuk UTBK 2025 beserta Jawabannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pendidikan

Otonomi daerah adalah kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya otonomi daerah, setiap daerah memiliki…

Pendidikan

Contoh Soal Psikotes – Psikotes menjadi salah satu tahap penting dalam proses seleksi kerja, penerimaan sekolah, maupun asesmen profesional. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, logika, kepribadian, serta karakteristik…